Kamis, 13 Agustus 2015

Curahan Hati Seorang Anggota Paskibra yang Gagal Mengibarkan Bendera

Ketakutan paling utama dari para Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA) di acara Upacara 17 Agustus adalah salah saat bendera dikibarkan. Upacara pengibaran bendera menjadi titik puncak, detik-detik Indonesia diproklamirkan, di saat itu juga bendera menjadi simbol sebuah bangsa MERDEKA, INDONESIA 1945.

Para hadirin yang ikut dalam upacara 17 Agustus pasti akan mengenang di saat bendera dikibarkan, berbarengan dengan lantunan lagu Indonesia Raya. Kalau salah, kacau, tak sah lagi rasanya upacara bendera.

Salah saat pengibaran Sang Saka Merah Putih, pernah saya alami, ketika dulu menjadi salah satu dari barisan Paskibra di tingkat Kecamatan, di Ambarawa, Pringsewu, Lampung.
Waktu itu, saya masih duduk dikelas 1 SMA tahun 2001. Dari sekitar 250 siswa baru yang diterima di SMAN 2 Pringsewu, hanya 10 orang saja, yang terpilih mewakili sekolah sebagai pasukan Paskibra, 5 perempuan dan 5 laki-laki. Dua orang dari sepuluh teman saya itu, lolos seleksi ke tingkat kabupaten, Pringsewu. Sisanya, mewakili di tingkat kecamatan.

Postur tubuh, fisik, memang menjadi syarat penting untuk dapat lolos seleksi Paskibra ke tingkat selanjutnya. Lantaran tidak begitu tinggi dibandingkan dengan dua teman saya itu, secara fisik juga terlihat ceking, saya pun tak lolos seleksi tingkat kabupaten. Namun begitu, masih bisa ikut serta di tingkat kecamatan. baca selanjutnya...

0 komentar:

Posting Komentar