Selasa, 25 Agustus 2015

Saatnya Mengenal dan Menghadapi Malaikat Berjubah Setan

Artikel saya sebelumnya yang berjudul “Kalau ada malaikat di bumi, ia pastilah seorang Ibu” menuai beberapa respon berbeda. Walaupun sebagian besar menyetujui judul artikel ini, ada beberapa yang kemudian merespon sebaliknya. Tidak semua Ibu adalah malaikat!

Han, seorang anak muda berusia 20an tahun bercerita begini pada saya: “Hampir semua orang kagum dan bangga terhadap sosok ibu, begitu pula saya. Namun jujur, saya paling takut dengan ibu saya, takut dengan kata-kata beliau yang sering menusuk hati saya, takut kata-kata beliau yang sering hanya melemahkan semangat saya. Karena itulah saya lebih baik menjauh supaya tidak menyakiti beliau (karena saya takut, tidak sengaja membantah dan melukai hati beliau).

Gif: Giphy
Ini tentu bukan hal yang tidak biasa. Fenomena ini terjadi tidak hanya pada seorang ibu, tapi juga anggota keluarga yang lain, teman-teman, atasan atau bawahan, rekan kerja, atau bahkan orang yang baru kita kenal atau tidak kita kenal sekalipun. Pada dasarnya, seperti itulah kehidupan dan begitulah orang-orang di sekeliling kita. Kita cenderung mengkategorikan mereka menjadi dua bagian: malaikat dan setan.

Lewat tulisan ini, saya ingin kita berpikir ulang sejenak dan mencoba memahami. Bahwa sebenarnya tidak ada setan. Yang ada hanyalah malaikat, dan malaikat berjubah setan.

Mengapa saya katakan malaikat berjubah setan? Bagaimana cara kita mengenali dan menghadapi mereka? Berikut 5 caranya: baca selanjutnya...

0 komentar:

Posting Komentar